Meugang

Puasa hampir tiba. Sebagian umat Islam di Aceh menyambutnya dengan sukacita. Dua hari sebelum Puasa, masyarakat Aceh menyambut Puasa dengan meugang. Bagi sebagian masyarakat Aceh, istilah meugang juga sering dinamakan makmeugang. Berkaitan dengan istilah makmeugang, belum diketahui secara pasti alasan disebut makmeugang. Ada sebagian masyarakat yang menduga bahwa disebut makmeugang karena hari itu  merupakan hari terakhir (uroe abéh) memasuki bulan Puasa. Yang jelas meskipun ada sedikit perbedaan dari segi nama, arti kedua kata itu merujuk pada suatu rutinitas yang sama, yaitu rutinitas menjelang Puasa dan Lebaran dalam bentuk menyembelih ayam, kambing, kerbau, atau sapi.

Meugang atau makmeugang, menurut sebagian masyarakat Aceh di gampông, dapat dibagi dua, yaitu meugang kantô (meugang ubit) dan meugang gampông (meugang rayek). Meugang kantô menurut pemahaman sebagian masyarakat Aceh adalah meugang yang dilakukan oleh orang-orang kantor, baik swasta maupun negeri. Pelaksanaan meugang kantô adalah dua hari sebelum Puasa. Meugang gampông adalah meugang yang dilakukan oleh orang-orang di kampung. Meugang ini berlangsung sehari sebelum Puasa. Di antara kedua meugang itu, meugang gampông-lah yang paling ‘meuceuhu’. Dalam meugang gampông ini pula sebagian masyarakat memanfaatkannya untuk makan sepuasnya, ‘Bu si kai, ie si kay, ngop jantông, gadöh akai’![]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s