Jak Lom u Banda; Wén Lom

Jak lom u Banda. Pemeo ini umumnya dipakai oleh anak-anak muda yang datang dari desa dan tinggal di Banda Aceh, baik untuk mencari rezeki maupun kuliah. Acapkali ungkapan ini diutarakan kepada anak muda atau mahasiswa yang terlihat sedang ‘berkeluh kesah’ atau ‘bersusah payah’.

Jika ada mahasiswa yang berdesak-desakan naik robur ke kampus, terucaplah ungkapan ini, “Jak lom u Banda”. Begitu pula jika terlihat ada pemuda sedang bekerja bangunan mengaduk semen sambil meratapi nasib, rekannya yang lain akan mengatakan, “Jak lom u Banda. Han jeut duk, döng pih jeut”.

Meski penggunaan ungkapan ini lebih bertujuan untuk mengejek, pihak yang menjadi sasaran ungkapan itu tentu saja tak marah. Ia justru membalas ejekan temannya itu dengan ungkapan yang sama atau diam saja.

Ada juga pemeo lain yang juga sering dipakai oleh masyarakat, yaitu wén lom, na aneuk mo. Pasangan muda-mudi yang baru menikah atau yang sudah punya anak, seringkali menjadi sasaran ungkapan ini.

Berbeda dengan Jak lom u Banda, ungkapan Wén lom, na aneuk mo penggunaannya lebih bertujuan untuk mengejek pasangan muda-mudi yang sudah menikah, tetapi sering berkeluh kesah tentang kehidupan keluarganya dan masalah keuangan yang masih ditanggung oleh orang tuanya.

Kadangkala ungkapan ini diawali oleh cemoohan seperti, “Jipiké meukawén nyan tôh aneuk manteng. Hana jiteupeu leuweu cawat aneuk payah bloe cit. Nyan jinoe rasa. Na aneuk lakèe pèng bak mak. Wén lom, na aneuk mo. []

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s