Majalah The ATJEH

SEBUAH media baru dalam bentuk majalah kini hadir meramaikan dunia penerbitan di Aceh. Majalah bernama The ATJEH ini terbit bulanan dan dikelola oleh awak redaksi ATJEHPOST.com.

"Kover Majalah The Atjeh"

“Kover Majalah The Atjeh”

Mulanya adalah sebuah ide. Lalu kami coba berdiskusi dengan sejumlah mitra kami selama ini. Sambutan yang diberikannya menumbuhkan semangat. Apalagi mereka langsung menyatakan menjadi pelanggan iklan di saat majalah ini belum berwujud.

Nama The ATJEH merujuk kepada sejumlah media yang kami jalani selama ini. Di antaranya The Atjeh Post, media online, The Atjeh Times yang adalah tabloid berita, dan The Atjeh Today yang adalah media online yang kami dedikasikan kepada siapa saja yang senang menulis.

Adapun majalah The ATJEH, kami rancang untuk tulisan-tulisan mendalam dari berbagai aspek. Kami melihat banyak sekali cerita tentang Aceh yang masih tersimpan dan kadang menjadi misteri. Itulah sebabnya, untuk peliputan di majalah The ATJEH ini kami merancangnya secara detail, dan meliputnya sampai ke inti cerita.

Berbeda dengan majalah yang sebelumnya pernah terbit di Aceh, majalah ini muncul dengan fokus liputan pada isu-isu sejarah yang dikaitkan dengan konteks kekinian. Selain itu, kekayaan budaya Aceh dan keindahan alam yang tiada habis-habisnya juga menjadi inspirasi tersendiri bagi kami.

Mengapa sejarah? Sebab, sejarah adalah cermin tempat kita berkaca, juga patron untuk menentukan langkah ke depan. Tokoh revolusi Aceh kontemporer Hasan Tiro pernah berkata,”jangan lupakan sejarah.”

Dari sisi visual, majalah ini dirancang full colour dengan menonjolkan keindahan gambar dan desain grafis. Bentuknya yang lebih kecil dari majalah biasa membuat majalah ini gampang dibawa dan layak koleksi. Harganya hanya Rp25 ribu.

Pada edisi perdana ini kami menurunkan cover story tentang Aceh Lhee Sagoe. Tim kecil yang dipimpin langsung  Nurlis E Meuko, menelusuri jejak Aceh pada era pra-Islam. Liputan ini dilengkapi dengan tulisan Dr. Kamal Arif, akademisi yang pernah meneliti jejak sejarah Kota Banda Aceh.

Kami juga menuliskan laporan panjang menjelang berakhirnya era gas Arun di Aceh Utara. Wartawan kami  Yuswardi  A. Suud yang lahir di tempat ladang gas ditemukan, pulang kampung dan menyusuri kembali jejak masa kecilnya di tepi ladang gas, lalu mengambarkan kondisi kekinian Arun menjelang era gas berakhir pada 2014.

Dari tanah Gayo kami menurunkan liputan tentang Danau Lut Tawar. Tak hanya soal keindahan alamnya, kami juga memotret bagaimana danau terbesar di Aceh itu menghidupi masyarakat sekitarnya.

Tiga laporan ini dilengkapi dengan sejumlah artikel lain yang tak kalah menarik.

Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih yang tiada tara kepada mitra pemasang iklan Semoga kepercayaan ini bisa kami jalankan dengan baik dan berlanjut.

Ketika majalah ini beredar di pasar sejak kemarin, kami sungguh terharu dengan sambutan pembaca. Seorang camat di Lamno, Aceh Jaya, malah menitipkan kepada seorang rekannya di Banda Aceh untuk membawa pulang majalah ini saat kembali ke Lamno.

Terima kasih atas sambutan anda pembaca. Selamat membaca.[]

– See more at: http://atjehpost.com/saleum_read/2013/10/10/68631/426/3/Majalah-The-Atjeh-resmi-beredar#sthash.BD8FpecL.wmuuzmgk.dpuf

 

YANG BERMINAT DAPAT MENGHUBUNGI SAYA MELALUI

– FACEBOOK: https://www.facebook.com/safriandi.surirosmanuddin
– EMAIL: safriandiandi@gmail.com

Harga Majalah: Rp25.000 (Ongkir ditanggung pembeli)

😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s