Abat, Abeusi, Abin, Acan

481021_4086573970758_2061866339_nSafriandi, S.Pd., M.Pd.

(The Atjeh Times, 18 s.d. 24 November 2012)

Di sebuah warung kopi, saya mendengar diskusi kecil beberapa pemuda. Mereka mempertanyakan kata asli bahasa Aceh untuk nasib, negro, susu, dan solek. Diskusi itu tampak serius. Mereka terlihat membuka beberapa buku bahasa Aceh dan “berselancar” di Google, mencari kosakata asli bahasa Aceh dari keempat kata itu. Hasilnya nihil.

Karena penasaran, saya melanjutkan “misi berselancar” mereka di rumah. Per lembar setiap buku bahasa Aceh saya buka, tetapi tak ada jawaban. Hanya satu lagi referensi tersisa, tempat saya menumpukan harapan, Kamus Aceh Indonesia (1985) ditulis Aboe Bakar, dkk.

Awalnya, pencarian keempat kosakata itu dalam kamus ini, menurut saya, konyol, karena ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami. Ini karena kamus itu memiliki ribuan lema dan sublema dengan 1073 halaman. Berbekal kesabaran, pencarian yang membutuhkan waktu lama pun berhasil. Dari kamus itu, saya menemukan kosakata bahasa Aceh untuk nasib, negro, susu, dan solek.

Nasibdalam bahasa Aceh adalah abat. Kata ini ternyata bukan hanya berarti ‘nasib’, melainkan juga ‘peruntungan’ dan ‘takdir’. Ia dapat digunakan dalam kalimat, misalnya “Abat lôn cit ka meunan”atau Abat paléh. Selain itu, abat juga dapat dilekatkan dengan imbuhan si-, meu-, atau peu-, misalnya siabat ‘seperuntungan’, meuabat ‘bernasib’, dan peuabat ‘ditakdirkan.

Untuk negro, dalam bahasa Aceh ada kata abeusi. Kata ini dapat digunakan dalam kalimat, misalnya Nanggroe abeusi atau Biek abeusi rom mata uroe (ejekan terhadap seseorang yang hitam kulitnya, bermata merah atau berkelakuan buruk).

Untuk susu, bahasa Aceh memiliki abin. Kata ini digunakan pada nama pisang, pisang abin ‘pisang susu’. Abin juga dapat digunakan untuk susu secara umum, misalnya ie abin, abin guda, atau abin kamèng. Bukan hanya itu, abin juga bermakna ‘payudara’.

Berturut-turut setelah abin, saya juga menemukan kata acan. Berbeda dengan abat, abeusi, dan abin yang berkelas kata benda, acan merupakan kata kerja dan kosakata bahasa Aceh untuk solek. Selain ‘solek’, kata ini juga dapat diartikan ‘berdandan’ atau ‘menghiasi’. Penggunaannya dapat dengan jelas dilihat dalam kalimat, seperti Inong nyan utôih bak ji-acan droe atau Rumoh nyan göt that ji-acan. []

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s