Bahasa Aceh Dialek Daya

SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN

(The Atjeh Times, 23 s.d. 28 November 2012)

Bahasa Aceh merupakan bahasa yang kaya dialek. Dalam ranah kebahasaan tercatat ada lima dialek bahasa Aceh, yaitu dialek Aceh Rayek, dialek Aceh Utara, dialek Pidie, dialek Aceh Barat, dan dialek Daya.

Dialek-dialek tersebut memiliki kekhasan dan variasi tersendiri. Salah satu dialek yang dimaksud adalah dialek Daya. Dialek ini digunakan di Kabupaten Aceh Jaya, yaitu di Kecamatan Jaya, Kecamatan Teunom, Panga, Krueng Sabé, Setia Bakti, dan Sampoiniet.

Jika dalam bahasa Aceh umumnya, kita sering menyebut asoe, pasoe, bloe, adoe, rugoe, anoe, manoe, gantoe, uroe, areuta, keureuja, hana, tima, dalam bahasa Aceh dialek Daya, kata-kata itu diucapkan menjadi ase, pase, ble, ade, ruge, ane, mane, gante, ure, areute, keureuje, hane, time, atau juga diucapkan asai, pasai, blai, adai, rugai, anai, manai, gantai, urai, haneu, timeu.

Meskipun adanya perbedaan pelafalan dengan bahasa Aceh umumnya, arti setiap kata, dalam dialek Daya tersebut dengan bahasa Aceh umumnya, adalah sama. Ini terlihat dalam kali­mat berikut:

Lôn keumeung mane, tapi hane time (Bahasa Aceh Dialek Daya)

Lôn keumeung manoe, tapi hana tima (Bahasa Aceh umum)

Begitu pula dalam kali­mat ini

Bajai barô ka lheuh kublai, tapi haneu lagak. Rugai kublai, payah gantai laén (Bahasa Aceh Dialek Daya)

Bajèe barô ka lheuh kubloe, tapi hana lagak. Rugoe kubloe, payah gantoe laén (Bahasa Aceh umum)

Dari beberapa contoh kata dalam dialek Daya yang disebutkan di atas, perbedaan yang sangat mencolok antara dialek ini dan dialek lain adalah pada akhir bunyi kata, yaitu bunyi /oe/. Bunyi-bunyi /oe/ dalam bahasa Aceh umum, semuanya berubah menjadi bunyi /e/ atau bunyi /ai/, dan bunyi /a/ dalam bahasa Aceh umum menjadi bunyi /eu/. Jadi, asoe menjadi ase atau asai, pasoe menjadi pase atau pasai, bloe menjadi ble atau blai, dst. Begitu juga hana dan tima menjadi hane atau haneu, tima menjadi time atau timue.

Selain adanya perubahan /oe/ menjadi /e/ atau /ai/, di Teunom juga ada perubahan /oe/ menjadi /ue/, misalnya pada kata baroe dan keunoe. Kedua kata ini dalam bahasa Aceh di Teunom menjadi barue dan keunue. Hal ini terlihat jelas dalam kalimat berikut.

Ure Minggu barue ne kukeureuje (uroe Minggu Baroe na kukeureuja).

Kaba keunue ane mangat kuble (kaba keunoe anoe mangat kubloe).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s