H’ÈM BÈRÈKÈN H’ÈN DÈDÈS

H’ÈM BÈRÈKÈN H’ÈNDÈDÈS

(The Atjeh Times Edisi 19, 15 – 21 Oktober 2012)

Pelesetan adalah pengubahan bunyi, urutan, atau bentuk kata sehingga terkesan lebih menarik diucapkan dan didengar. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pelesetan adalah permainan kata-kata dengan cara mengubah bunyi, bentuk, dan makna kata.

Bahasa Aceh memiliki banyak contoh pelesetan, seperti habéh blanja yang dipelesetkan menjadi haba blanjéh; so yu lét lôn?menjadi so yulét mi?; ho baroe kön h’ana deuh-deuh menjadi h’èm bèrèkèn h’èn dèdès; cok kapu kabet leumari menjadi chalk kapu cupboard leumari, dan KKN (Kuliah Kerja Nyata) menjadi koh-koh naleung.

Haba blanjéh,pelesetan ini sebenarnya meru­pakan pelesetan kalimat habéh blanja. Pelesetan ini dibentuk dengan cara mengubah béhmenjadi badan jamenjadi jéh sehingga terbentuklah haba blanjéh. Orang sering menggunakan pelesetan ini menjawab pertanyaan, “Peue haba uroe nyoe?”

Soyulét mi? Nèktuyu. Asal pelesetan ini adalah dari kalimatsoyulétlôn? Mengapa dipilih mi untuk mempelesetkan lôn? Mengapa tidak dipilih pelesetan soyulétai? Hal ini karena mi memiliki arti yang sama dengan lôn dan cara mengucapkannya lebih menarik daripada ai. Penggunaan soyulét mi juga bertujuan agar terlihat kebarat-baratan.

H’èm bèrèkèn h’èn dèdès. Sama halnya dengan dua pelesetan di atas, h’èm bèrèkèn h’èn dèdès merupakan pelesetan dari ho baroe kön h’ana deuh-deuh. H’èm merupakan ubahan dari ho,bèrèkèn dari barokön,h’èn dari h’ana, dan dèdès dari deuh-deuh. Jadi, dari hasil pengubahan itu terbentuklah h’èm bèrèkèn h’èn dèdès. Hal lain yang dapat dilihat pada pelesetan ini adalah pada setiap akhir kata plesetan itu, semua diakhiri bunyi è.Ini dilakukan agar pelesetan itu lebih menarik terdengar dari segi bunyi.

Koh koh naleung (KKN). Pelesetan ini berasal dari Kuliah Kerja Nyata (KKN).Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh suat perguruan tinggi. Mahasiswa yang memprogramkan KKN ini akan ditempatkan di daerah-daerah untuk membantu masyarakat. Sebagian mahasiswa menganggap bahwa KKN merupakan program kuliah yang sangat melelahkan karena mereka terjun langsung ke lapangan. Dalam program itu, biasanya dilakukan berbagai kegiatan, termasuk program memotong rumput untuk membantu masyarakat. Oleh karena itu, muncullah pelesetan Koh Koh Naleung.[]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s