Honda, Akua

SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN

(The Atjeh Times, 8 s.d. 14 Oktober 2012)

Honda, Aqua. Kedua kata ini saban hari terdengar dan sudah menjadi bagian kosakata bahasa Indonesia. Honda, salah satunya merujuk pada kendaraan roda dua produksi Jepang. Aqua adalah merek air minum dalam kemasan produksi PT Aqua Golden Mississippi, Indonesia (Wikipedia).

Dalam bahasa Aceh kedua kata itu dibaca Honda, Akua. Meskipun dilafalkan hampir sama seperti bahasa Indonesia dan memang diserap dari bahasa Indonesia, bukan berarti keduanya kata ini memiliki makna yang sama dengan versi Indonesianya.

Kalau dalam bahasa Indonesia honda merujuk pada kendaraan roda dua produksi Jepang, dalam bahasa Aceh honda lebih identik dengan sepeda motor. Tak peduli sepeda motor itu bermerek Yamaha, Suzuki, atau Bajaj, sebagian penutur bahasa Aceh tetap menyebutnya honda, misalnya honda Yamaha, honda Suzuki, honda Bajaj, padahal honda, dalam bahasa Indonesia, berbeda dengan Yamaha, Suzuki, atau Bajaj.

Sangat sedikit kita temui penutur bahasa Aceh menggunakan kata Yamaha, Suzuki, atau Bajaj saja ketika mereka berbicara tentang sepeda motor. Oleh karena itu, kita akan akan sering mendengar, “Lôn meu jak mita honda Suzuki saboh,” tinimbang “Lôn meu jak mita Suzuki saboh. Begitu pula saat ada seseorang yang ingin meminjamkan sepeda motornya yang bermerek Suzuki atau Yamaha kepada temannya. Ia akan mengatakan, “Kacok mantöng honda lôn.”

Gejala yang sama juga terjadi pada kata akua. Dalam bahasa Aceh, akua bukan hanya merujuk pada merek air minum dalam kemasan produksi PT Aqua Golden Mississippi. Semua air minum, tak peduli apa pun mereknya, tetap akan disebut akua oleh sebagian masyarakat penutur bahasa Aceh.

Anda boleh mencoba membeli air minum kemasan di beberapa kedai. Gunakanlah bahasa Aceh ketika membelinya, “Na akua, Bang?” Sebagian penjual akan menunjukkan air minum kemasan, tetapi bukan bermerek Aqua, melainkan merek yang lain. Bukan hanya itu. Terkadang, penyebutan akua juga disertai dengan nama merek air minum kemasan lain, misalnya, “Bloe akua Rencong saboh”. Padahal, Aqua dan Rencong  adalah dua produk air minum yang diproduksi oleh pabrik berbeda.

Jika dilihat lebih detail lagi,kata akua dalam bahasa Aceh tidak hanya disertakan bersama nama produk air minum kemasan lain. Kata ini juga dilekatkan pada air minum isi ulang. Karena itu, dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar, “Lôn jak paso ie akua galon ilèe. Hana meuhai, yum cit khong 5 ribèe.”

http://atjehpost.com/read/2012/10/10/23668/82/3/Bahasa-Honda-Akua

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s