Dari Panini ke Chomsky

oleh Safriandi

Bahasa telah muncul jauh sebelum ilmu Filsafat ada. Bahkan tidak naif rasanya jika dikatakan bahwa bahasa induk dari segala ilmu. Perhatian terhadap bahasa muncul ketika manusia mulai berkembang. Para pemerhati inilah yang kemudian dapat disebut sebagai linguis. Mereka memberikan kontribusi yang besar kepada manusia dalam memahami bahasa.

 

Panini adalah seorang ahli nahu Sanskrit di India Kuno. Ia hidup sekitar 520460 SM. Dialah ahli linguistik terawal yang diketahui dan sering diakui sebagai penggasas linguistik. Beliau dikenal karena telah merumuskan 3,959 peraturan morfologi Sanskrit dalam teksnya, Aṣṭādhyāyī, yang masih digunakan sampai dengan hari ini. Tata bahasa Sanskrit yang disusun oleh Panini adalah tata bahasa yang sangat sistematik dan teknikal. Pendekatan analisisnya mencakup konsep-konsep fonem, morfem, dan kata dasar yang hanya dikenali oleh ahli-ahli linguistik barat sekitar dua milenium kemudian. Peraturan-peraturan logik dan tekniknya yang canggih telah mempengaruhi ahli-ahli linguistik kuno dan modern secara meluas. Yang telah dilakukan oleh Panini memberi pengaruh yang sangat besar dalam terhadap seorang ahli bahasa yaitu Ferdinand de Saussure, profesor bahasa Sanskrit, yang telah dianggap secara meluas sebagai bapak linguistik struktur modern.

 

Tolkāppiyar yang hidup sekitar abad ke-3 SM juga merupakan ahli linguistik yang berasal dari India Selatan. Ia menulis Tolkāppiyam, karya tata bahasa Tamil yang masih digunakan pada hari ini.

 

Bhartrihari yang hidup sekitar 450510 juga merupakan seorang penulis teori linguistik bahasa Indo-Arya. Beliau menyatakan bahwa tindakan pertuturan mempunyai tiga peringkat: (1) pengkonsepan; (2) pelaksanaan pertuturan; dan (3) pemahaman oleh penafsir.

 

Semakin berkembangnya dunia, perhatian terhadap bahasa pun semakin berkembang. Di abad ke-19 saja terdapat cukup banyak ahli bahasa yang melakukan penelitian terhadap berbagai bahasa. Ahli bahasa yang dimaksud di antaranya Ferdinand de Saussure, misalnya. Linguis berkebangsaan Swiss yang hidup sekitar tahun 1857-1913 ini memberikan perhatian yang sangat serius terhadap bahasa. Pemikiran-pemikiran linguis ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan bahasa selanjutnya. Selain Ferdinand terdapat juga ahli bahasa Edward Sapir, Leonard Bloomfield, Roman Jakobson, Noam Chomsky. Linguis-linguis ini pun memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan linguistik.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s