Tahanan Kejar-kejaran dengan Polisi

GrahTahanan kejar-kejaran dengan polisi. Inilah salah satu judul yang terdapat pada salah satu harian lokal yang ada di Aceh yang terbit Rabu, 15 September 2009. Sepintas kita melihat bahwa tidak terlihat adanya kesalahan dalam kalimat ini. Namun, jika diteliti lebih jauh, terlihat dengan jelas ada sesuatu yang salah dalam kalimat tersebut.

Sesuatu yang salah itu adalah pada pemakaian bentuk kejar-kejaran. Kejar-kejaran pada kalimat di atas bermakna saling. Kata yang bermakna saling ini membutuhkan minimal dua pelaku yang saling melakukan suatu tindakan. Sebagai perbandingan, perhatikanlah contoh berikut ini!

Kedua lelaki itu bersalam-salaman.

Kata bersalam-salaman pada kalimat di atas bermakna saling. Pelakunya adalah dua orang dan mereka saling bersalaman. Dengan demikian, jika dicermati kembali kalimat tahanan kejar-kejaran dengan polisi terlihat bahwa polisi dan tahanan saling mengejar. Jika dianalogikan, mula-mula polisi yang mengejar tahanan, lalu tahanan yang mengejar polisi. Seharusnya kalimat di atas diganti menjadi tahanan dikejar polisi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s