Oleh: safriandi | 04/11/2009

Teknik Membaca

oleh: Safriandi, S.Pd.

Efisiensi membaca akan lebih baik jika informasi yang dibutuhkan sudah ditentukan terlebih dahulu. Konsentrasi perhatian dan pikiran dapat diarahkan pada informasi itu. informasi yang dibutuhkan disebut informasi fokus. Pada umumnya, untuk menemukan informasi fokus dengan efisien ada beberapa teknik membaca yang digunakan, yaitu baca-pilih (selecting), baca-lompat (skipping), baca-layap (skimming). Dan (4) baca-tatap (scanning) (Tampubolon, dalam Rahim, 2007:52).Baca-pilih (selecting) dilakukan dengan cara memilih bahan/bagian bacaan yang dianggap relevan dengan kebutuhan pembacanya.

Baca-lompat (skipping) dipakai untuk menemukan bagian bacaan relevan dengan kebutuhan pembacanya, dilakukan dengan cara melompati bagian-bagian yang tidak diperlukan.

Baca-layap (skimming) adalah membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum atau bagian suatu bacaan (Rahim, 2007:52). Soedarso (2006:88) mendefinisikan teknik membaca ini sebagai tindakan untuk mengambil intisari atau saripati, bagian yang mengandung banyak ‘gizi’. Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa skimming bacaan adalah mencari hal-hal penting dari sebuah bacaan, yaittu ide pokok dan detail yang penting yang dalam hal ini tidak selalu di permukaan (awal), tetapi terkadang di tengah atau di dasar (bagian akhir). Jenis teknik membaca ini termasuk jenis teknik membaca yang sangat cepat. Ketika seseorang membaca memindai, dia akan melampaui banyak kata.

Membaca layap memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. untuk mengenali topik bacaan;
  2. untuk mengetahui pendapat orang (opini);
  3. untuk mendapatkan bagian penting yang diperlukan tanpa membaca seluruhnya;
  4. untuk mengetahui organisasi penulisan, urutan ide pokok, dan cara semua itu disusun dengan kesatuan pikiran dan mencari hubungan antarbagian bacaan itu.
  5. untuk penyegaran apa yang pernah dibaca (review).

Baca-tatap (scanning) disebut juga membaca tatap (scanning). Jenis membaca ini adalah jenis membaca yang sangat cepat. Ketika seseorang membaca tatap, ia akan melampaui banyak kata. Soedarso (2006:89) menyebutkan bahwa scanning adalah sebuah teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain. jadi, langsung ke masalah yang dicari, yaitu fakta khusus dan informasi tertentu. Scanning digunakan antara lain untuk membaca daftar isi buku atau majalah, indeks dalam buku teks, jadwal, advertensi dalam surat kabar, buku petunjuk telepon, dan kamus. Sebaliknya, cerita memindai tidak digunakan untuk membaca cerita misteri, buku teks untuk suatu buku kursus yang penting, surat-surat penting dari ahli hukum, denah (peta) untuk menemukan jalan pulang, pertanyaan tes, dan puisi (Mikuley & Jeffries, dalam Rahim, 2007:52).

Selain skimming dan scanning, ada teknik membaca buttom up dan top down.

Teknik membaca buttom up merupakan suatu teknik mengolah informasi yang terdapat dalam teks dengan memahami kalimat per kalimat. Jelasnya, seorang pembaca dapat memahami informasi yang terdapat dalam teks dengan jalan memahami kalimat per kalimat. Sebagai contoh, seorang mahasiswa jurusan bahasa yang tak mempunyai pengetahuan kimia akan sulit memahami informasi dalam teks tersebut. Ia memang dapat memahami teks tersebut bila ia menelusuri makna kalimat per kalimat. Teknik membaca yang demikian disebut dengan bottom up.

Teknik membaca top down merupakan suatu teknik membaca dengan cara menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki untuk mengolah informasi yang ada dalam teks. Di sini pembaca tak lagi membaca kalimat per kalimat. Dengan pengetahuan yang telah dimilikinya itu, ia  dapat meluncur terus tanpa memperhatikan secara cermat kalimat-kalimat dalam teks. Karena pengetahuannya sudah cukup, ia cukup melihat atau membaca bagian-bagian yang baru saja. Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang membaca buku-buku anak SD. Karena ia sudah mempunyai pengetahuan tentang buku itu, ia cukup membaca dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Biasanya teknik ini hanya digunakan untuk mencocokkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki dengan informasi yang terkandung dalam teks.

Pada umumnya membaca menggunakan kedua teknik itu secara bersamaan. Penggunaan salah satu teknik hanya terjadi dalam suatu situasi yang ekstrem, misalnya teks sangat asing dan sulit atau sangat mudah. Situasi yang demikian itu jarang terjadi dalam peristiwa membaca sehari-hari.

Daftar Bacaan

Rahim, Farida. 2007. Pengajaran Membaca Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Soedarso. 2006. Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan efektif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: